Madu Sebagai Obat Luka, Obat Pernafasan, Obat Jantung, Obat Pencernaan dan Obat System saraf

Madu Sebagai Obat. Madu sebagai obat luka secara medis telah dibuktikan Ya.M. Krinitsky pada tahun 1938, beliau adalah seorang ahli bedah Sovyet menemukan hasil yang sangat memuaskan dari penggunaan salep madu dicampur lemak untuk menyembuhkan 48 (empat puluh delapan) orang pasien yang terinfeksi “necrotic wound”

Madu Sebagai Obat Pernafasan Stimir Mladenov seorang dokter berkebangsaan Bulgaria pada tahun 1967 melaporkan keberhasilannya menggunakan “honey inhalation” untuk menyembuhkan pasien terutama bagi yang menderrita penyakit “upper respiratory tracts”. Obat flu yang dianggap paling baik adalah sirup lobak ditambah madu dengan perbandingan 1:1.
Madu Sebagai Obat Jantung telah banyak diteliti misalnya glukosa madu dengan kadar 0,1 % (persen) ditambahkan pada “physidogical saline” untuk meredam jantung tersebut masih tetap bekerja selama empat hari. Telah dibuktikan bahwa madu sangat baik pengaruhnya terhadap otot jantung yang lemah (cardiac diseases). Penderita jantung akan menjadi sehat bilamana secara teratur diberi minum madu sebanyak 70 gram per hari selama dua bulan.
Madu sebagai Obat Pencernaan, pada tahun 1942 DR.V.P.G. Grigoriev menyembuhkan pasien yang menderita hyperacidity secara efektif dengan menggunakan madu. Pada tahun 1944-1949, di Klinik Irkutsk Medical Institute telah mengobati 600 orang penderita “ulcer” dengan hanya menggunakan madu. M.L.Khotkina pada tahun 1953 mengatakan bahwa pasien ulcer yang diobati dengan madu akan lebih singkat masa opnamenya di rumah sakit.
Madu dan System Saraf, berdasarkan hasil observasi klinik membuktikan bahwa larutan “hypertonic” dari glukosa madu dapat menyembuhkan secara cepat berbagai macam penyakit pada system saraf. Biasanya dua atau tiga kali suntikan, maka penderita akan merasa sakit kepalanya hilang. Madu dicampur vitamin b1 merupakan obat ampuh untuk ketegangan saraf.
Madu dan anak-anak, pemanis yang terbaik untuk anak-anak adalah madu, dianjurkan sepanjang madu tersedia sebaiknya makanan buat anak-anak jangan dicampur dengan gula. Disarankan pemberian madu kepada anak-anak sebanyak satu sendok teh dengan frekuensi tiga kali sehari. yang penting dosis madu anak-anak jangan melamoaui 30-40 gram perhari.
Madu dan tumbuhan obat, khasiat tumbuhan obat akan berlipat ganda apabila dicampur dengan madu. Madu berfungsi sebagai bahan pengawet dan juga mempertinggi daya perembesan sari obat tumbuhan masuk kedalam pembuluh darah. Menurut V.V. Pokhlebin bahwa teh mengandung 120-130 zat kimia antara lain adalah vitamin b1,b2,C,P,R,K dan provitamin A. Semua komposisi kimia tersebut akan hilang apabila menggunakan gula sebagai pemanis dan akan tetap utuh apabila pemanis tersebut diganti dengan menggunakan madu.

Oleh: Professor Lebah Pertama diindonesia
Prof. Ir. H. Andi Mappatoba Sila, Ph.D.
Medicinal Bee Practice di Rumah Sakit Unhas Tamalanrea lantai 2
Post by : Ir. Syarif Syam, MT
Semoga Artikel diatas dapat menambah wawasan tentang madu. wassalam

Artikel Terkait:
Produk Lebah Sebagai Obat Penyembuh Bagi Manusia
Madu dan Khasiatnya
Stemcell Theraphy Oleh Pakar Lebah Pertama Indonesia
Perawatan Menggunakan Produk Lebah Madu Suatu Kajian Syariah